Archive for the 'Confession' Category

05
Oct
09

Backpacking plan

Well, its not so sudden. I already think about it from… a week before Hari Raya. hahaha. When it first time popped up in my mind, i dun think its impossible. at all.

And then, i told my mum. For her, maybe its kinda… weird? her 17-years-old daughter suddenly told her that she want to go backpacking to another country, alone. But she can controlled the surprised fairly well, and just told me that she’s okay with it. I haven’t told my dad yet. Cause i know he’s harder to get the permission than my mom.

And maybe, my mom agreed right away because she’s anticipating my dad to refuse my plan. But… no matter what he said, i’ll get what i want. Yesterday, when we’re at church, my mom’s meet my friends mum by chance. And they talked about the privat lesson my friends take and the fees. Well the fees kinda… err… high for me. And I end up making bet with my mom, a few hours after that meet-by-chance.

The bet is… If i can get the scholarship to uni, she’ll transfer the privat lesson fee to my bank account, so i can use it when i go backpacking. lol. Such a fun bet, huh?

Well, if all goes smoothly to this plan… then I’ll fly to batam, and cross the sea to Singapore at the end of april. a few days after the final exam. And… maybe spend half or a month in Singapore, then move to Malay. Hahaha. I hope malaysian won’t discriminate me cause of my Indonesian pasport. Peace, eh?

Hm… wondering… should i process my pasport now? and what about the visa and all? hm… gotta ask ppl~ lol

04
Sep
09

Past

Everyone has their own past. no matter how dark that past is, they always struggle to reach the light.

I too, have a dark past. because of something i done stupidly in JHS, now I harvest the fruit. It’s not that I blame people who know me about their precaution. When they think I’m still what I used to be. I won’t blame them who run away to save themself and the ppl they love from me. It’s okay. I know what you guys do is right.

Inside my heart, I do hope that they will understand. Or at least trying to know me. Not who I am in the past, but who I am now. It’s hard to gain trust, I know it cause right now, I’m struggling to get it. But life is cruel, right? Even tho I escape to another country and try to bury my past, my past will always be with me. And news travels fast.

I try to change. And inside I hope people willing to give me another chance. I know its hard to give someone you distrust a new chance. Can I just change, and they could keep their eyes on me, watching if I really change or not. Maybe the request itself is too much to ask.

When I said those words, I have no intention of ruining someone else’s relationship. I’m just stating my opinion. Maybe the way I state it is wrong… Forgive me… All I can do now is facing the reality, and change. The last thing is… hoping they notice that I change to be a better human.

04
Jul
09

Salah Kaprahkah?

Saiah mengakui dengan sejujur-jujurnya kalo g itu suka berganti-ganti mood dengan cepat. Kadang memang dengan alasan yang ga jelas. Contohnya aja hari ini, karena g ‘adu tembak’ sama atasan. Alhasil lappy yang udah di ‘rawat inap’ sejak beberapa hari yang lalu, batal diambil. Dan akhirnya, g bete, dan berujung pada tidur sore. Malemnya, keluar gara-gara permintaan my bro to dine out. Alhasil, dine out deh… Eeeeeh, pas di jalan, mata g yang entah kenapa tidak bisa berakomodasi dengan cepat pada cahaya, kesakitan gara-gara lampu mobil, dan kepala g puyeng sampe sekarang.

Sampai sekarang, mood saiah: bete, kesel, entah mau ngapain.

Seringkali hal seperti diatas terjadi. mungkin kasus yang diatas sih udah jelas alasannya apa. Kadang lebih abstrak lagi alasannya. Ada 1 orang, di sekolah, op kors, yang bisa dibilang tahu g seperti ini. Yang g butuhkan pada saat-saat seperti diatas adalah… orang yang mau dengerin uneq-uneq g. terserah mau sambil ngapain juga. terserah mau sebenernya ga dengerin juga. Jangan kaya orang itu, yang begitu liat muka g bete, dia cuman tanya: kenapa lou? dan begitu g baru ngomong: tuh, si itu gini… dia langsung motong: ya udah, sana gih!

Anjing! Itu mah sama aja g teh diusir! Bilang we, ngerti g kenapa, dsb, dll, dkk. Semuanya teh bullshit! makan tu omongan! Otak lou dimana sih?! Pas ada ‘anak’nya we, manis-manis, senyam-senyum. kalo cuman ada g!? Anjing xia! Tai pedut pisan maneh!!!! pura-pura we baek! Emangnya g ga tau apa? Lou pikir g bodo? Sorry, ya! Semua niatan lou teh udah kebaca dari awal! Seenaknya aja… Wait till there’s a chance i can use you, I’ll use you till you die… Kukukukukuku

10
May
09

wew~

Yah… ternyata, dunia ini begitu membingungkan…

Bisa-bisanya bilang orang pengecut… padahal dia ga liat diri sendiri… kalo dirinya sendiri beranian setengah edan mah… ya gapapa ngomongin orang laen pengecut. beuh…

Well, akhir-akhir ini mood swing g makin menggila… dalam 1 jam mungkin aja ganti mood sampe berkali-kali… dan alasan gantinya itu pun bisa ga jelas. aneh? mungkin iya…

G ma ga perduli, orang mau bilang apa dengan kejadian yang terjadi sama g… tapi, yah… tolong jangan seenaknya mengartikan dengan seenaknya… orang lagi ‘membahas’ tentang apa… ini malah nyambung-nyambung lagi… seenak udel aja ngomongnya! dasar @#$%

Up2 my fate d… kalo nasib g mujur, mungkin senen ntar bakal terjadi ‘peperangan’ well, sayang sekali, taichou.. no blood shed scene… bisa mati saiah kalo sampe terjadi yang seperti itu… tapi kalo nasib g jelek, ato… orang itu yang terlalu ‘dieman’ berarti hari senen bakal berjalan seperti biasa…

08
May
09

Live-in Part #2

Well, after intrograsi yang memakan waktu setidaknya 2 jam itu, akhirnya g diperbolehkan tidur. karena baik si bapa maupun ibunya tidak ada yang merasa kalo g yang salah, well, thanks God mereka masih berpikiran seperti itu. Tibatan kemakan omongan orang yang ga bener n jadinya g yang disalahin!?

Keesokan harinya, a.k.a hari terakhir, sebagai catatan juga, siangnya itu kita semua udah pada balik. G bangun sekitar jam 6-an. Sebelum berangkat kerja, si bapanya ada nyamperin g dulu. mengucapkan semoga selamet nyampe rumah, dan bilang ga usah mikirin perkara kemaren itu. Ya, g sih senyum-senyum dan meng-iya-kan aja ucapan si bapanya.

Kira-kira jam 7-an, si ibu bilang dia mau jenguk si temen g itu. si ibunya juga ada nawarin g buat ikut sih, tapi g rasa, ga bakal ada gunanya kalo sepagi ini g udah menampakkan diri di depan teman g itu. jadi pergilah si ibu itu ke tempat temen g tidur kemaren malemnya. Tinggalah g sendirian di rumah orang. well, ga bisa dibilang sendirian juga si. ada anjing 4 ekor di rumah itu, jadi kalo diitung sama anjingnya doank, g tinggal berlima, tapi kalo diitung sama sapi, kambing, ayam, kucing, dkk si… mana tau g! hahaha

Nah, di tengah-tengah kesendirian g di rumah orang, tiba-tiba si lelaki pembela dan pelindung yang kemarennya maki-maki g, dateng. kaget dong, g! mana begitu dateng n liat muka g, dia langsung buang muka gitu. bah! ywda aja, g masuk ke dalem rumah. ternyata si laki-laki koplok itu malah ngegerewek di depan panto imah.

“MISI!”

dan, g pun keluar dari tempat persembunyian g, a.k.a dapur…

“Kenapa? mau ngambil tas? bentar”

g sih menyapa dia dengan nada ketus n BT. tapi gtw dia nyadar, gtw kaga!

alhasil g masuk ke kamar, dan ngambil tas temen g itu [yang kemaren malemnya udah g beresin. untung aja mood g masih sedikit bagus setelah mendengar si ibu dan bapa yang memihak g. kalo kaga, g bakar juga itu tas!], trus g taro aja ke depan tu orang. dan you know what?! dia pergi gitu aja. ga ngomong makasih, ga minta maap! dasar @#$%!!!!!!!

Trus, begitu si ibunya pulang, beliau menceritakan suatu kejadian aneh lagi… si ibu bilang [ga mungkin lah, ya si ibunya bohong ke g! ada benefit apa si ibunya bohong ke g!? ya ga sih!?], begitu si ibu dateng, si lelaki yang ‘jantan’ itu langsung masuk ke kamar tempat si temen g ini berbaring. yang ada di pikiran si ibu waktu itu ya… -jangan-jangan ini anak laki ngasih tahu lagi g datang ke mari!- Nah, si ibu, akhirnya masuk ke kamar tempat temen g ini berbaring dengan lemahnya. menurut penuturan si ibu, suara temen g ini sangatlah lemas lesu waktu ditanya sama si ibu mengenai kejadian dia pingsan itu. tapi, entah kenapa, begitu nyokapnya dari bandung telepon ke hape-nya, suaranya koq langsung jadi cenghar?! ada apa gerangan?!

trus begitu ditanya lebih lanjut soal sebab musabab si temen g ini sakit. jawabannya sangat membuat g tercengang! temen g ini berkata…

“Saya teh diikutin sama anak kecil, bu…”

“Diikutin dari mana, mba? dari waktu masuk desa, ato dari rumah?”

“Dari depan rumah, bu…”

“Lho kenapa mba ngga ngasih tahu dari awal? kan kalo ngasih tahu dari awal, bisa dicari gimana caranya biar kita bisa tahu, mba…”

“iya, bu… anaknya nangis terus…”

“Justru itu… kalo mba kasih tahu dari awal kan bisa dicari tahu, kenapa nangis, kenapa ikutin mba…”

Wew~ okie, g tahu dia memang bisa liat, tapi please deh… ga ada alesan laenkah yang lebih kuat, yang bisa lebih dipercaya orang, selaen itu!?

Well, in the end, si ibu tetep minta g nyamperin si temen g ini sebelum balik. se-engganya, ngasih tahu kalo g balik duluan, dll. basa basi doang lah, istilahnya mah… g sih nyanggupin aja, toh ga ada loss di g kalo g lakuin. jadi, g siap-siap buat balik.

Nah, begitu waktunya kumpul, ya sesuai pesan si ibu, g datengin aja tu rumah tempat temen g ‘nginep’ kemaren malemnya. trus udah gitu, begitu g datang, kata yang punya rumah, temen g itu lagi di WC, bebersih katanya. yaudah aja g tungguin. yang lucunya, kalo dia ga punya salah sama g, dia bakal datengin g or at least ngeliat ke mata g begitu dia keluar dari WC dan ngeliat g ada disitu. Lha, ini… begitu keluar dari WC aja, dia udah nunduk, ga berani ngeliat ke g. apa-apaan tuh maksudnya!?

ywda we sama g teh dipanggil

“Eh…”

dia pun menoleh, tapi dari cara dia noleh dan ngeliat ke g, g berasa kaya yang dia teh terpaksa pisan buat noleh ke g. darn!

“G balik duluan!”

Dan dengan itu, g pun keluar dari tu rumah, tambah nasteung…

After that, pulang ke paroki pun dia masih ga berani ngomong ke g. dia bergerombol, entah ngomongin apa. salah satu temen g yang laen, yang ada di TKP, ternyata kesel banget sama temen g ini, dan ngasih tahu ke temen-temen yang laen, hasilnya, pada nyepet-nyepet deh. g sih peduli amat, kalo ujung-ujungnya si temen g ini ngerasa ke-sepet dan datengin g mencak-mencak, g bakal ketawa… apalagi kalo sampe nyokapnya ikutan ngamuk-ngamuk ke g…

01
May
09

Live in

Kemaren ini, dari tanggal 27, g pergi buat live in ke jogja, tepatnya ke Desa Promasan. Dari angkatan g, ada dibagi-bagi lagi ke 4 tempat; Durensawit, Wonolelo, Kajuran, Dlingseng. Nah, g kebagian di Kajuran. Tempatnya emang yang paling deket sama Promasan. cuman 2 km doank.

G kebagian rumah paling ujung, yah, buat nyampe rumahnya lumayan, lah… cuman mesti jalan, dengan tanjakan yang sekitar 60 derajat doank. Nyante lah, segitu mah…

G serumah sama satu temen g, g ma dia udah temenan dari kelas 1. jadi g pikir bakal fine-fine aja. dan g merasa g ga ada masalah sama dia, jadi ya… nyante weeeee… FYI, temen g ini… dia punya vertigo. yang notabene, walaupun sama-sama kecapean gara-gara pergi ke desanya siang bolong, udah semaput dan ampir pingsan gitu.

Dari hari pertama, nyokapnya temen g, yang asli tentunya udah nelepon bolak-balik. nanyain keadaan dsb, karena takut penyakitnya kambuh. g sih, begitu liat rumahnya, g berterimakasih aja, masih mending ada yang mu nerima. daripada kaga ada yang mu nerima!? gimana, coba? keadaan rumahnya yah, memang ga bisa dibilang mewah, tapi yang pasti kan masih bisa melindungi dari binatang buas, dan dari cuaca panas dan dingin.

Kamar mandi emang adanya di belakang rumah, dan di belakang si kamar mandi itu kandang sapi. Buat g sih, fine-fine aja. sekalian pengalaman, kapan lagi mandi sambil nyium bau kandang sapi sekaligus diintipin sama tu sapi!? tapi sayangnya buat temen g, itu adalah suatu mala petaka. dia ngerasa aernya keruh dan kotor banget, dan menurut dia, dia ga bakal bisa mandi di situ.

Sementara itu, tempat temen yang laen, si #$, bisa dibilang yang paling bagus setempat itu, karena salah satu anaknya si ibu itu, pernah kerja di jepun. jadi, thanks to anakya si ibu itu rumahnya jadi bagus tenan.

temen g ini, seems like pengen pindah or at least take a bath di tempatnya si #$, dengan alasan aernya lebih bersih dan tempatnya indoor dan tertutup, serta jauh dari bau-bau yang mengganggu. g sih ngebiarin aja… toh itu pilihan dia.

Jadi, hari kedua, temen g ini abis acara bareng pertamanya mah pengen ikut g dan temen yang laen ke sendangsono. awalnya sih pengen ikut… tapi ujung-ujungnya cuman berenti a.k.a ngetem di rumah si #$, ya g biarin aja… dia berkata begini; “Cer, g diem di rumahnya si #$ sampe waktunya pertemuan, ya! [setiap hari itu ada pertemuan, jam 7 malem, di rumah yang ditempatin sama si &*^]” dan dengan itu, pergilah g ke sendangsono.

Balik-balik dari sendangsono, baru jam 5-an. masih lama tuh ke waktu pertemuan. alhasil, g mikir, ~kalo g ga pulang dan temen g juga ga pulang, si ibu dan bapa yang g tempatin bakal nyariin, donk? mu ngasih tahu, gimana caranya? si ibunya emang punya hp, tapi kan g kaga tau nomernya~ jadi, g memutuskan buat balik ke rumah yang g tinggalin. sebelum g balik, g pergi dulu ke tempat si #$, g ngetok-ngetok kedengeran suara si #$ dan temen serumah g itu, tapi sama mereka ga dibukain pintunya. g telepon si temen g ini, dia ga angkat. g telepon berkali-kali, akhirnya g sampai pada batasnya, dan g balik.

di tengah jalan, ampir mu nyampe, si temen g ini dengan segala ke-”baik hatinya” nelepon g;

“Cer, ada dimana lou?”

“di jalan”

“Cer, ntar bilangin ya ke si ibunya, g ga akan balik. bilang aja g sakit ato apa keq. ok?”

“Heeeeeem”

“Jangan ngambek…”

“Heeeeeeeeeeeeem”

“Iiiiiiiih… jangan ngambek, atuh, ya? [plead mode on]“

“Heeeeeem”

dan disitu, g memutuskan sambungan telepon. begitu ketemu si ibunya, niatan g mu boong demi temen langsung luntur. masa sih g musti ngeboongin orang yang udah baek-baek mu nerima g dengan segala sesuatu yang dia punya?! ga mungkin banget, kan? akhirnya g bilang yang sebenernya. dan si bapanya itu langsung keluarin motor, cuman buat jemput temen g yang ada di rumahnya si #$. anjret ga!? ngerepotin banget gitu, kan!?

Begitu si bapanya pulang, sama g ditanya, dan si bapa menjawab; “Nda mau pulang, mba. Waktu saya datang, mba @#$% nangis, bilang nda mau pulang, karena udah keburu ditinggal temannya”

Nah, lho! nyuruh g boong ke si ibu, tapi dia ngomong gitu ke si bapanya! Maksudnya apa tuh!? si ibu akhirnya cuman berpesan pada g buat ngajakin dia pulang ke rumah setelah selesai pertemuan. g sih terima mandat seperti itu, ya g lakuin aja.

G pergi ke pertemuan itu, dan g ma temen g yang laen itu yang dateng paling pertama. udah gitu barulah si #$ dan si @#$% dateng. g pikir si @#$% bakal nyamperin g, sekedar basa-basi nanyain si bapa or si ibu dll. tapi si @#$% malah jalan aja lempeng. duduk pa ujung-ujung sama g. g ngeliatin dia, dia ngehindarin g. ya udah wee… g diemin.

Pas beres acara, g nungguin si @#$%, temen serumah g itu. ga taunya, dia udah sama si ^&* ngomong ke kepsek yang notabene ikutan acara live in. temen-temen yang laen sih udah ber-suspect si @#$% pasti minta pindah rumah. yah, g ma cuek we… toh g bakal bisa tetep nyante walopun ga ada si @#$% di rumah. udah gitu, tiba-tiba waktu lagi ngomong ma kepsek, si @#$% pingsan! dan gemparlah semua orang!
g nungguin, karena g serumah sama dia. g masuk lagi, setelah keluar sebentar, ke ruangan pertemuan itu. g duduk dan ‘membuat suara’  waktu ada di dalem ruang pertemuan sama temen g yang laen. tiba-tiba, si ^&* keluar, dan tunjuk-tunjuk g, ngomong gini;
“Eh, lou kalo cuman mau bikin ribut, mending lou keluar aja”
“Eh, g biasa-biasa ja.”
“G masih ngehormatin lou, ya! mending keluar aja d! g ga peduli kalo mesti berantem disini sama lou!”
Wow~ jantan banget tu cowo ngomong kaya gitu ke ce~! off the recordnya sih, banyak yang bilang, katanya si cowo ini, a.k.a si ^&*, cuman berani ma cewe. g sih gtw bener ato kaganya.
dan sebagai penutupnya, g balik dan di-interogasi sama si bapa dan ibunya…
*to be continued…*
05
Apr
09

Minna, gomen nasai!

setiap hari, pasti ada aja kesalahan yang g bikin. orang-orang jadi kerepotan gara-gara g.

susah banget buat ga bikin orang kesusahan gara-gara g.

g orangnya ga mu nyusahin orang laen. sebisa mungkin g ga mu nyusahin orang.

maaf, kalo ada sikap-sikap  yang bikin kesel, yang bikin bt, yang biking ngamuk… gomen… gomen nasai…

25
Mar
09

Tuing… Tuing…

Lagi ga tau mau nge-post apa hari ini…

Banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan baik…

Ada cowo yang jelekin cowo yang lain lah

Ada cewe yang mulutnya gayung banget lah…

Masalah datang silih berganti.

Saiah akui, memang most of the time its because of my stooopid emotional side.

Getting all worked up just because of small thing, can’t control my emotion.

Make  him angry, make the others sad, make everyone upset.

I’ll try to change… I’m sorry…

24
Jan
09

Hm…

I dunno what to do rite now… so i post this. lol. no, no, no. It’s not i’m not happy to have this blog, and all. lol. okie then, i tell you the truth. I have an idea! lol

ever heard… separated, by Usher?! Its a nice song. and it kinda stab me. lol. my best friend in jakarta [he's one of my chatting buddy too], maybe know who i mean [the one i talking about to you, he's on your ym list too, baka!].

If love was a bird then we wouldn’t have a wing

If love was a sky we be blue…

That’s so… you know lah…. lol

26
Dec
08

Publisher wanted!!!!

Ada yang punya koneksi ke publisher!? Kalo ada…. hook me up, please!!!!

lol.

Memang sih saiah bukan seorang penulis yang baik, dan mungkin karya g bukan yang terbaik… tapi… hope you like it!!!!

*bow*

Thanks yang udah mu ngasih tahu g soal publisher!!!

Sankyu!!!!




Date Zone

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Quote for you ‘n me

Is it me, or you that have changed?